Terhitung sudah puluhan band, solois maupun duo pendatang baru yang memasuki kancah musik Indonesia. Beragam pula genre musik yang mereka usung ke permukaan. Dari yang berbau pop ballad, hingga kemelayu-melayuan. Berkualitas hingga cuma numpang tenar saja tanpa menampilkan kemusikalitasan mereka.Terang saja, ingin menjadi orang yang terkenal sekarang lebih mudah daripada zaman dulu. Kata orang tua dulu, masih belum banyak management-managemant artis seperti sekarang ini.
Baru-baru ini saya menemukan satu band baru lagi yang sudah merilis album. Namanya V***ra (Upss.. maaf disensor ^^). Band yang beranggotakan 4 orang ini awalnya menarik perhatian saya, karena jenis musiknya yang memang berbeda dari band-band kebanyakan. Saya mulai mencari tahu tentang band ini di mbah google dan om youtube. Lagunya memang catchy, tapi setelah mandengar berkali-kali, rasanya agak aneh. Suara vokalisnya belum sempurna matang dan goyang
Yang paling mengejutkan saya, band ini dianggap PLAGIATOR (entahlah benar atau tidak) dan mereka seringkali LIPSINK ketika acara live. Yeah.. inilah kenyataan yang sering terjadi di Indonesia. Banyak yang menganggap ini dilakukan karena mereka masih pemula dan bau kencur.
Lalu mengapa kalau masih bau kencur? Memang, umur mereka rata-rata masih 18 tahunan. Tapi lihatlah pemusik Korea sebagai pembanding (bukan untuk menjelek-jelekan Indonesia, tetapi untuk acuan agar kita bisa maju). Seperti band F.T Island atau boyband SHINee, rata-rata umur mereka juga relatif sama, tapi mereka berusaha untuk tidak LIPSINK!! Sebelum band-band di publikasikan ke masyarakat, bukankah sebelumnya sudah ditraining oleh management mereka?
Bagaimana permusikkan Indonesia bisa maju kalau misalnya pemikiran semua pemusik seperti ini? Hanya ingin instannya saja. Bukankah para penyeni seharusnya bisa konsekuen atas keprofesionalitasannya? Hmm.. Saya disini memang bukan pengamat musik seperti yang kalian biasa lihat di layar kaca. Tapi saya merupakan salah satu dari penikmat berat seni ini. Kalau merasa ada yang mengganggu keindahannya, secara tak sadar komentar dan pertanyaan akan mengganggu pikiran saya.
Maka dari itu, sekarang masyarakat Indonesia telah banyak beralih pada musik mancanegara daripada musik sendiri, menginggat masyarakat sekarang sudah pintar memilih mana yang the real entertain dan mana yang bukan. Mudah-mudahan kancah permusikan Indonesia bisa lebih maju kedepannya dan bisa menunjukkan pada dunia kalau kita juga bisa.


0 komentar:
Post a Comment