BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Saturday, 8 May 2010

Muhasabah cinta

Disiang hari yang cerah tanpa gumpalan awan hitam sedikit pun,gue duduk di teras rumah sambil mendengarkan lagu muhasabah cintanya edcoustic. Dan saat itu pikiran gue menerawang jauh,merasuk kedalam lirik lagunya (eh ini serius lho). Bagus,iya meskipun ini lagu lama tapi tetep enak untuk diputar berulang-ulang. Dan tetes demi tetes butiran air mata gue jatuh tanpa sadar. Dari situ itu gue menyadari betapa memang lemah nistanya diri ini.

Saat terawangan gue semakin jauh tiba-tiba nyokap dateng, "sin tolong beliin sirup diwarung!". Gubrak. Astagfirullah.. kaget banget gue. Dengan sergap gue langsung tancap gas dan agak mengacuhkan pertanyaan nyokap kenapa tiba-tiba pipi gue basah. Aduh si mamah tidak tau apa kalau anaknya sedang bermuhasabah..


Mau share lagu dan liriknya ah,comment iya..

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari-Mu
Ku pasrahkan semua pada-Mu

Tuhan baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta-Mu

Reff:
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang ku rasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi muhasabah cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan-Mu
Back to Reff:



source vid: youtube muhrizs

Tuesday, 4 May 2010

Manusia wajib

Aku ingin menjadi manusia wajib. Itulah yang juga diharapkan dan di idam-idamkan oleh manusia sejuta umat di dunia. Manusia berjiwa peka akan lingkungan disekitarnya. Menolong sesama tanpa orang itu meneriakkan hatinya yang memang butuh pertolongan. Dengan ikhlas bergotong royong membangun peradaban kebaikan tanpa pandang benang kain dan gelar dunia di sebuah papan nama. Juga ditunggu-tunggu kehadirannya,karena jasa-jasanya begitu berguna bagi semua mata.

Bukan sebagai manusia haram yang kehadirannya tidak didambakan seorang pun. Hidungnya saja bagaikan bangkai busuk,membuat muak yang memandangnya. Manusia bermartabat rendah, tidak berpendidikan dan hanya bermulut besar tanpa makna disetiap penggalnya. Bukan!

Untuk sebuah pencapaian itu,aku berusaha menempatkan kesempatan dan kemampuan secara bersamaan. Ketika keduanya datang memihakku menuju manusia wajib.

Sunday, 2 May 2010

Hari pendidikan..

Minggu 2 Mei 2010 ini, menjadi suatu momentum penting bagi warga negara Indonesia khususnya bagi saya yang juga merupakan satuan terkecil dari sistem momen tersebut. Apakah itu? Yap.. hari ini merupakan hari pendidikan nasional.

Pendidikan di Indonesia setiap tahunnya mengalami perubahan tahap demi tahap . Entah itu dibagian kurikulum, sistem pengajaran maupun nilai akademisi standard nasional yang terus meningkat disetiap generasinya. Fenomena ini sangat lumrah terjadi bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Tapi apakah kalian menyadari, seiring perubahan itu muncul duri-duri besar yang membuat sistem pendidikan kita menjadi bobrok? Kebijakan tercipta jadi malah membuat rontok akar-akar milik bangsa yang seharusnya sekarang tumbuh dengan suburnya. Yakni pelajar. Kini saya dan seluruh penggerak terkecil dari pendidikan ini malah kelimpungan. Kami seperti kelinci-kelinci percobaan dari sebuah penelitian besar sang ilmuan. Menghadapi kenyataan ini pelajar menjadi miskin moral dan krisis percaya diri dalam menyingkap masa depan setelah ini.

Baru-baru kejadian menimpa siswa/i di bangku sekolah menengah atas. Tahun 2010 ini angka kelulusan banyak yang tidak mencapai prosentase 100%. Dan tingkat kelulusan menurun 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Tragis memang. Lalu siapa yang bisa kita salahi atas kejadian ini?

Seharusnya Indonesia bisa menjadi bangsa yang mempunyai sumber daya manusia (SDM) berkualitas superior. Karena materi pelajaran di sekolah-sekolah lebih banyak dan bervariasi daripada di negara-negara lain. Tapi mungkin kesempatan itu belum berpihak. Kesempatan yang membuat Indonesia memiliki badan utuh atas kependidikan bermartabat tinggi. Semoga generasi penerus dapat menggubahnya.

Wednesday, 28 April 2010

Rana Macrodon

Sebenernya di new post baru ini mau share aja tentang katak. Sedih deh rasanya kehilangan makhluk kecil ini. Katak hijau bernama latin Rana Marcodon ini harus pergi meninggalkan gue dan kawan-kawan(?). Sebenernya yang paling sedih iya gue! Karena sebelum praktikum gue yang bertugas membawa Rana bersaudara itu *tadinya sepasang*
di dalam sebuah gelas yang atasnya diberi plastik bening dan dicelahi agar lebih mudah bernafas.


Dan pada suatu malam yang dingin,gue sengaja naro mereka di dalam kamar takutnya ada apa-apa. Pas pagi-pagi buta sebelum berangkat sekolah gue kaget setengah mati seperti baru aja ngeliat hantu. Ternyata eh ternyata katak yang satunya hilang dan plastiknya bolong sebesar telunjuk tangan. Panik dong,gue lantas menelpon temen sekelompok. Bodohnya adek gue sempet ngeliat katak itu *duh kenapa gak bilang-bilang sih?* tapi gak mau bilang karena dia ternyata takut katak*-.-*... Alhasil gue dan kelompok hanya praktikum dengan satu katak. Semua tampak tak percaya,kok bisa katak bisa lolos ? Hmm kira-kira katak hilang itu dimana iya sekarang? Apa masih dikamar gue? *serem serem*



Monday, 26 April 2010

Atas nama popularitas

Atas nama popularitas

Berdiri teguh jiwa yang kokoh

Kekuatan dan keinginan keras berpadu

Memadu menjadi bangunan berpilar keangkuhan

Atas nama popularitas

Aspek kehidupan dicampur tangankan

Kepentingan diri mendahulu

Beribu tangan melintas teracuhkan

Atas nama popularitas

Kalbu suci itu mati rasa

Tak lagi membeda-beda

Antara hak dan kebatilan

Atas nama popularitas

Manusia menjual kekuasaan

Menukarnya dengan koin-koin perak

Yang dioper dari pasokan perut jelata

Atas nama popularitas

Pintu kejayaan membentang luas

Tapi enggan meluaskan jendela etiket

Jadilah hina atas nama popularitas

Atas nama popularitas, seluruh idealis diri terpatahkan!