Minggu 2 Mei 2010 ini, menjadi suatu momentum penting bagi warga negara Indonesia khususnya bagi saya yang juga merupakan satuan terkecil dari sistem momen tersebut. Apakah itu? Yap.. hari ini merupakan hari pendidikan nasional.
Pendidikan di Indonesia setiap tahunnya mengalami perubahan tahap demi tahap . Entah itu dibagian kurikulum, sistem pengajaran maupun nilai akademisi standard nasional yang terus meningkat disetiap generasinya. Fenomena ini sangat lumrah terjadi bagi negara berkembang seperti Indonesia.
Tapi apakah kalian menyadari, seiring perubahan itu muncul duri-duri besar yang membuat sistem pendidikan kita menjadi bobrok? Kebijakan tercipta jadi malah membuat rontok akar-akar milik bangsa yang seharusnya sekarang tumbuh dengan suburnya. Yakni pelajar. Kini saya dan seluruh penggerak terkecil dari pendidikan ini malah kelimpungan. Kami seperti kelinci-kelinci percobaan dari sebuah penelitian besar sang ilmuan. Menghadapi kenyataan ini pelajar menjadi miskin moral dan krisis percaya diri dalam menyingkap masa depan setelah ini.
Baru-baru kejadian menimpa siswa/i di bangku sekolah menengah atas. Tahun 2010 ini angka kelulusan banyak yang tidak mencapai prosentase 100%. Dan tingkat kelulusan menurun 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Tragis memang. Lalu siapa yang bisa kita salahi atas kejadian ini?


2 komentar:
bahasa lo berattttttttt dah....
Hehe.. berat gimana mbak? angkut aja menggunakan gerobak
Post a Comment